Logo Saibumi

PTM Terbatas Tingkat SMA/K dan SLB se-Kota Bandarlampung Dihentikan Sementara 

PTM Terbatas Tingkat SMA/K dan SLB se-Kota Bandarlampung Dihentikan Sementara 

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) resmi mengeluarkan surat edaran Nomor : 800 / 328 /V.01/DP.2/2022 tentang penghentian sementara pembelajaran tatap muka terbatas tingkat SMA, SMK dan SLB di Kota Bandarlampung.

 

"Memperhatikan perkembangan kasus Covid-19 di klaster satuan pendidikan khususnya SMA, SMK, dan SLB di Kota Bandar Lampung, dengan ini kami sampaikan kebijakan sebagai penanggulangan penanganan Covid-19 pada pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas," tulis Sulpakar, dalam surat edaran yang diterima saibumi.com, Jumat (4/2/2022).  

BACA JUGA: Gunung Anak Krakatau Erupsi, Masyarakat Tidak Diperbolehkan Mendekati Kawah Dalam Radius 2 km Dari Kawah

 

Lebih lanjut ia menuliskan bahwa ada hal tersebut dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran dan pengendalian peningkatan kasus Covid-19 pada claster satuan Pendidikan.

 

"Maka penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas jenjang SMA, SMK dan SLB Negeri dan Swasta di Kota Bandarlampung perlu dihentikan sementara waktu," jelasnya. 

 

Selanjutnya, seluruh SMA, SMK, dan SLB Negeri dan Swasta se-Kota Bandarlampung wajib menghentikan sementara penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas dan kembali melakukan proses Belajar Dari Rumah (BDR) atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). 

 

"Waktu pelaksanaan poin 1 dan poin 2 dimulai tanggal 4 Februari 2022 sampai dengan 17 Februari 2022. Demikian Surat Edaran ini disampaikan untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan sebagaimana mestinya," tukasnya. 

 

Sebelumnya diberitakan, Kepala Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI) Farid Hardiana membenarkan bahwa ada 5 siswanya yang terpapar covid-19. 

 

Hal tersebut diungkapkan Farid Hardiana saat diwawancarai saibumi.com, Kamis 3 Februari 2022 di aula sekolah yang berlokasi di Jalan Jendral Sudirman, Kota Bandarlampung. 

 

"Iya benar kami memberhentikan dulu kegiatan belajar mengajar. Untuk siswa yang terpapar itu ada 5 orang dan pegawai 1 sudah kita lakukan isolasi mandiri di rumah," ujar Farid. 

 

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa yang terpapar tersebut diketahui karena pihaknya yang selalu rutin melakukan tracing setiap harinya kepada para siswa-siswi. 

 

"Sementara untuk tracing yang kita lakukan itu, awalnya karena kami punya alat untuk tracing ke anak-anak. Jadi gini, kami setiap hari itu melakukan tracing antigen kepada anak-anak sebanyak 50 anak, karena kita kekurangan tenaga medis makanya kita hanya bisa lakukan kepada 50 anak, jadi bergantian setiap kelas gitu," tuturnya

 

Farid Hardiana juga menyampaikan, untuk sementara ini dan dua hari kedepan kita lakukan libur sekolah ini. Sembari menunggu keputusan dari pamerintah setempat. 

 

"Sementara dari tracing yang telah dilakukan sebanyak 250 siswa-siswi dari total 900 siswa-siswi," pungkasnya. (Riduan)

BACA JUGA: Gunung Anak Krakatau Erupsi, Masyarakat Tidak Diperbolehkan Mendekati Kawah Dalam Radius 2 km Dari Kawah

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA